Press Release

logo-lym.png

PERNYATAAN SIKAP GEMA PEMBEBASAN KALTIM

TOLAK SEKULARISASI DAN DISKRIMINASI PENDIDIKAN DI DUNIA KAMPUS

(Pelanggaran Besar Terhadap Hak Asasi Untuk Beragama)

Satu lagi peristiwa memilukan yang mencoreng wajah dunia pendidikan kita. Seorang mahasiswi bernama Wartini, dikeluarkan (Drop Out / DO) dari kampus Poltekes Samarinda yang ia akui sebagai kampus yang sangat ia cintai.Wartini tercatat sebagai mahasiswi di Program Studi kebidanan di kampus Poltekkes Samarinda. Sebelumnya ia pernah menuturkan cita-citanya yang mulia dan luhur bahwa ketika kelak ia menjadi bidan setelah menyelesaikan stuidi di Poltekes nanti, ia ingin mengabdi kepada masyarakat. Banyak wanita mengandung yang biasa ia saksikan sering dihadapkan pada masalah ekonomi saat akan menjalani proses persalinan yang biayannya begitu mahal. Wartini bercita-cita ingin membantu meringankan beban mereka dengan tidak mempersulit mereka dalam urusan biaya persalinan ini, ketika menjalankan profesinya sebagai bidan suatu saat kelak. Namun cita-citanya yang luhur itu dikandaskan oleh sebuah keputusan yang sangat diskriminatif. Ia dilarang menggunakan busana muslimah yang ia yakini.Oleh karena pelarangan berbusana muslimah yang mengakibatkan Wartini diputuskan Drop Out (DO) nya ini bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah Islam, disamping juga tidak sejalan dengan UU Sisdiknas dan pasal 29 UUD 1945 tentang hak untuk menjalankan keyakinan. maka menyikapi hal tersebut, kami dari GEMA Pembebasan WILAYAH KALIMANTAN TIMUR, menyatakan:

1. Mengharapkan partisipasi masyarakat luas (mahasiswa, dosen, pengacara, ulama, lembaga maupun pergerakan Islam dan organisasi sosial, politik serta kemasyarakatan lainnya) untuk mendukung tuntutan diizinkannya kembali Saudari kami Wartini melanjutkan studinya seperti sedia kala.

2. Mempertanyakan Alasan apa, dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) DO kepada Seorang mahasiswi yang bernama Wartini, kepada Pihak Poltekkes Samarinda.

3. Mendesak Dinas Pendidikan Nasional dan Dinas Kesehatan, serta Pemerintah Kota Samarinda untuk meminta keterangan pihak Poltekes atas keputusan yang diskriminatif tersebut.

4. Pecat Dosen-dosen yang bermasalah di Poltekkes Samarinda, terlebih terhadap pihak-pihak yang tidak berpihak terhadap Hukum-hukum Allah SWT.

5. Menuntut diterapkannya peraturan yang sesuai dan sejalan dengan aturan dan hukum-hukum Allah SWT, di perguruan tinggi, khususnya di Poltekkes Samarinda.

6. Menuntut pihak Poltekes agar membatalkan keputusan DO terhadap Saudari Wartini, demi menjunjung tinggi nilai-nilai substantif Tri Darma Perguruan Tinggi, serta komitmen pada Syariah Islam yang agung.

7. Meminta kewaspadaan semua pihak akan bahaya sekularisasi (pemisahan agama dari kehidupan) dan diskriminasi di bidang pendidikan yang menyusup masuk ke dunia pendidikan kita melalui gerakan terselubung yang sistematis yang tidak menghedaki nilai-nilai Islam berkembang di kampus yang mayoritasnya beragama Islam.

8. Mendesak kepada pihak Poltekkes Samarinda dan Dinas Kesehatan Kaltim, agar segera menyampaikan tuntutan kami kepada Menteri Kesehatan dan pihak-pihak yang terkait, melalui media informasi (Fax., Email, Dsb) secepatnya.

Samarinda, 3 April 2007 Tertanda,

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Kaltim

AMIN YUSUF

Tembusan:

1. Walikota Samarinda

2. Ketua DPRD Samarinda

3. Komisi IV DPRD Kaltim

4. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kaltim

5. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Samarinda

6. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

7. Kepala Dinas Kesehatan Samarinda

8. Ketua MUI Kaltim

9. Ketua MUI Samarinda

10. Kakandepag Kaltim

11. Kakandepag Samarinda

12. Ormas, Parpol, pergerakan dan lembaga lainnya se-Kaltim

13. Organisasi dan pergerakan mahasiswa se-Kaltim

————————————————————————————————————- PERNYATAAN SIKAP GEMA PEMBEBASAN KALTIM

SELAMATKAN PERGURUAN TINGGI DARI KAPITALISASI DAN LIBERALISASI PENDIDIKAN

Negeri kita terjajah! Itulah kalimat yang pas untuk menggambarkan kesulitan demi kesulitan yang tampaknya akan terus menggelayuti rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim. Betapa tidak, di tengah penderitaan akibat penjajahan ekonomi dan politik, kini rakyat harus menanggung beban baru akibat penjajahan yang dilancarkan melalui dunia pendidikan dari tingkat dasar hingga Perguruan Tinggi.Penjajahan dalam Perguruan Tinggi (PT), dilakukan secara sistematis dan terencana oleh kaum kafir imperialis melalui komprador-kompradornya di negeri tercinta ini. Penjajahan melalui PT dilakukan dengan dua hal: 1) penerapan paradigma sekular-materialistik yang berimplikasi pada penerapan point selanjutnya, yakni, 2) penerapan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan perguruan tinggi yang neoliberalistik-kapitalistik.Diakui atau tidak, paradigma pendidikan nasional saat ini adalah sekular-materialistik. Hal ini terlihat antara lain pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI, pasal 15 yang memisahkan pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem pendidikan dikotomis semacam ini terbukti telah gagal melahirkan manusia salih berkepribadian Islam sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman melalui penguasaan sains dan teknologi.Mengenai Kebijakan pemerintah, melalui pembuatan UU Sisdiknas atau RUU Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN) dan sekarang sedang sedang digodog RUU Badan Hukum Pendidikan (BHP), cengkeraman penjajah neoliberalisme-kapitalisme di perguruan tinggi semakin kuat. Konsep BHP dan BHMN diilhami oleh semangat mengembalikan dan melindungi fungsi institusi pendidikan sebagai alat untuk mentransformasikan nilai-nilai kemasyarakatan dan membebaskan pendidikan dari hegemoni kekuasaan, dan pendidikan harus dikembalikan kepada masyarakat dan dilaksanakan dari, oleh dan untuk masyarakat. Di balik itu, sesungguhnya terdapat upaya terselebung untuk memasukan nilai-nilai liberalisme dan kapitalisme dalam dunia pendidikan. Liberalisme pendidikan tergambar dari upaya melepaskan tanggung jawab negara dalam pengelolaan kurikulum dan nilai-nilai pendidikan. Pengelolaan ini sepenuhnya diserahkan kepada nilai-nilai masyarakat bahkan nilai-nilai asing, sehingga hal ini membuka intervensi asing dalam upaya penghancuran akidah dan kepercayaan bangsa yang sebagian besar muslim ini. Melalui liberalisme, pencetakan agen-agen perubahan (agen penjajah) menjadi mudah dan mempercepat kerusakan bangsa. Sedangkan kapitalisasi pendidikan ditandai dengan upaya negara untuk me-lepaskan tanggung jawabnya dalam hal pendidikan, terutama soal pembiayaan. Ketika pendidikan diserahkan kepada publik, pendidikan tak lagi dipandang sebagai pelayanan umum, namun lebih dominan aspek komersialnya. Dalam kapitalisasi ini, Ajang bisnis kapitalis melalui Majelis Wali Amanat (MWA) dengan berkedok nirlaba menjai subur. Berkaitan Dengan Permasalahan Krusial di atas, Maka Kami dari Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Wilayah Kaltim Menyatakan

1. Menolak segala bentuk Kapitalisasi & Liberalisasi Pendidikan di Indonesia, Khususnya di Perguruan Tinggi Negeri.

2. Menolak di terapkannya PT BHMN (Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara) dan menolak pengesahan RUU Badan Hukum Pendidikan (BHP)

3. Menolak segala Bentuk Campur tangan / cengkeraman Pihak Asing (Para Kapitalis penjajah Laknatullah), baik langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan sistem Pendidikan di Indonesia.

4. Mendesak kepada pihak yang terkait (Pemerintah), untuk segera menerapkan Sistem Pendidikan Islam di Perguruan tinggi.

5. Menuntut kepada pemerintah, untuk segera menerapkan sistem pendidikan Islam, di bawah naungan Ideologi yang Shahih, yaitu Ideologi Islam.

6. Hanya dengan Sistem Islam (Daulah Khilafah Rasyidah Islamiyah), Pendidikan di Indonesia / Dunia dapat diselamatkan, bukan dengan menggunakan Sistem Kapitalisme Sekularistik – Materialistik yang selalu menyengsarakan Rakyat.

Samarinda, 28 April 2007

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Kaltim

AMIN YUSUF

————————————————————————————————————-
PERNYATAAN SIKAP GEMA PEMBEBASAN KALTIM

TOLAK UPAYA KAPITALISASI DAN LIBERALISASI PENDIDIKAN DI INDONESIA

Berkenaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang jatuh pada tanggal 02 Mei 2007, maka Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Kaltim menyatakan sikap dan menyeru:

1. Kepada pemerintah, sebagai pemimpin dan pelayan umat, agar serius dan tetap terlibat mengurus persoalan pendidikan sehingga mampu menyelenggarakan pendidikan murah bahkan gratis agar mudah di akses oleh semua lapisan masyarakat dengan memberdayakan kekayaan alam yang dimiliki serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

2. Kepada pemerintah dan para wakil rakyat agar membatalkan Rancangan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang sarat dengan kepentingan asing kafir Barat dalam rangka mengokohkan hegemoni kapitalisme melalui kapitalisasi dan liberalisasi pendidikan di negeri ini.

3. Kepada pemerintah agar mau tidak mau harus mengambil sistem pendidikan Islam sebagai pilihan untuk mengatasi potret buram pada dunia pendidikan dan sistem kehidupan Islam dalam mengatur persoalan-persoalan dalam segala aspek kehidupan pada umumnya. Selanjutnya meninggalkan sistem kehidupan kufur-Kapitalisme yang telah menyengsarakan manusia.

4. Kepada seluruh lapisan masyarakat yang menghendaki perubahan, agar bergabung dalam barisan gerakan perubahan hakiki, yakni gerakan yang menghendaki tegaknya sistem pemerintahan Islam (Daulah Khilafah Rasyidah Islamiyyah) yang akan menerapkan hukum-hukum Islam dan mengembannya sebagai rahmat bagi semesta alam.

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu”.(QS. Al-Anfaal [8]: 24)“

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran [3]: 104)“

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11)“

Akan datang masa kekhilafahan yang berjalan atas metode kenabian..” (HR. Ahmad)

Samarinda, 02 Mei 2007

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Kaltim

AMIN YUSUF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: